Suara dari Timur: IKMAPAL Unila Bedah Kunci Indonesia Emas 2045 Lewat Pendidikan
Table of Contents
Bukan cuma ngomongin teori, forum ini jadi ajang mahasiswa Papua menyuarakan langsung apa yang mereka rasakan di tanah rantau.
3 Sorotan Penting dari Diskusi
1. Bonus Demografi: Berkah atau Bencana?
Meri Herlina, M.Pd, Dosen Pendidikan Geografi FKIP Unila, ngejelasin blak-blakan: bonus demografi itu saat usia produktif kita lebih banyak dari yang non-produktif.
“Kalau gak dimanfaatin, ini bisa jadi bencana demografi. Pendidikan jadi kunci biar kita gak cuma nonton, tapi ikut main di 2045,” tegasnya.
Dia juga nitip pesan khusus ke mahasiswa Papua penerima beasiswa: “Ilmu yang kalian dapat di sini, bawa pulang buat bangun Papua.”
2. PR Besar: Asrama Papua & Akses Pendidikan di Daerah 3T
Ketua IKMAPAL, Deserius Magai, buka-bukaan soal dua isu utama: Keamanan mahasiswa Papua di perantauan. Selain itu Belum adanya Asrama Papua di Pulau Sumatera
Senada, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si, dorong adanya kebijakan afirmatif khusus buat percepatan SDM Papua. “Faktanya, masih banyak anak di daerah terpencil Papua yang belum tersentuh bangku sekolah dasar. Ini harus dikejar,” ujarnya.
3. Momentum 2045 Harus Diambil, Bukan Ditunggu
Anggota DPD RI Dapil Papua Pegunungan, Arianto Kogoya, S.E, menyebut bonus demografi adalah kesempatan sekali seumur bangsa. Sementara Ketua DPD KNPI Lampung, Iqbal Ardiansyah, S.Si., M.M, nutup diskusi dengan tantangan.
“Generasi muda harus kreatif, inovatif, tapi tetap jaga persatuan. Tantangan global makin gila, kita gak bisa jalan sendiri-sendiri.”
Kenapa kamu harus peduli?
Karena Indonesia Emas 2045 itu bukan punya Jakarta doang. Dari Sabang sampai Merauke, dari Bandar Lampung sampai Wamena, semua punya peran. Diskusi IKMAPAL ini bukti kalau mahasiswa rantau gak diam. Mereka mikirin daerah asal sambil berkontribusi di tanah tempat mereka menimba ilmu.
Salut buat IKMAPAL yang berani angkat isu krusial + kasih ruang dialog sehat di kampus!


.jpg)