Mahasiswa Geo Unila Turun Desa: Kolaborasi Keren Bareng Warga Kertosari - Lamsel
Table of Contents
Siapa bilang kuliah cuma duduk di kelas dengerin dosen? Anak-anak Pendidikan Geografi Unila lewat Divisi Sosial Masyarakat IMAGE buktiin kalau mahasiswa juga bisa impactful langsung ke masyarakat.
Selama 3 minggu berturut-turut, mereka gaspol ngadain Program Desa Binaan di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan. Tujuannya jelas: ngebangun kesadaran, naikin kesejahteraan, plus ngajak warga buat bareng-bareng ngembangin potensi desa secara berkelanjutan.
Program ini bukan sekadar “datang, foto, pulang” ya. Tapi bener-bener jadi wadah buat dorong kemandirian ekonomi, peduli lingkungan, sampai social awareness warga. Divisi Sosmas berharap ini jadi langkah awal buat nyiptain Desa Kertosari yang tangguh, mandiri, dan punya daya saing. Keren banget, kan?
Nah, kegiatan ini dilakuin bertahap tiap minggu dengan fokus yang beda-beda. Let’s break it down!
Minggu Pertama: Budidaya Maggot, Sampah Jadi Cuan
Kick-off program dimulai dengan sosialisasi budidaya maggot bareng warga dari berbagai kalangan. Tim IMAGE ngejelasin step-by-step gimana cara ternak larva Black Soldier Fly alias BSF ini.
- Jadi pakan ternak & ikan yang proteinnya tinggi = hemat biaya pakan.
- Jago ngurangin sampah organik rumah tangga.
Jadi selain bikin lingkungan lebih bersih, warga juga dapet peluang usaha baru. Literally sampah bisa jadi sumber penghasilan tambahan. Sustainable vibes banget.
Minggu Kedua: Mitigasi Bencana Bareng Adik-Adik SD
Masuk minggu kedua, tim geser ke dunia pendidikan. Sasaran: SDN 1 dan SDN 2 Kertosari. Pesertanya siswa kelas 5-6 yang antusiasnya nggak main-main. Tujuannya simple tapi penting:
- Kasih pemahaman dasar soal bencana alam yang rawan terjadi di Lamsel.
- Ngajarin kesiapsiagaan biar adik-adik tau harus ngapain pas kondisi darurat.
- Nanamkan nilai tanggap & disiplin sejak dini.
Minggu terakhir ditutup dengan 3 program sekaligus yang nyentuh langsung isu lingkungan dan ekonomi warga.
1. Sosialisasi Bank Sampah
Warga diajak buat lebih melek soal pilah sampah. Sampah anorganik dikumpulin, dipilah, terus bisa ditukar jadi nilai ekonomi. Desa bersih, dompet juga bisa keisi. Win-win solution!
2. Penanaman Pohon di Rumah Warga
Tim bareng warga nanam pohon di sekitar rumah dan fasum. Ini bukan cuma seremoni, tapi simbol kepedulian buat ningkatin kualitas udara dan jaga ekosistem Desa Kertosari tetap seimbang.
3. Edukasi QRIS untuk Pelaku UMKM
Zaman udah digital, UMKM desa juga nggak boleh ketinggalan. Tim Sosmas ngenalin QRIS ke pelaku usaha biar transaksi makin gampang, efisien, dan jangkauan pasarnya makin luas. UMKM naik kelas? Why not!
Selama 3 minggu ini, warga Desa Kertosari nunjukin semangat gotong royong yang luar biasa. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat kayak gini ngebuktiin kalau perubahan itu dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
So, buat mahasiswa lain, siap nggak jadi agen perubahan berikutnya? Karena pengabdian itu nggak harus nunggu lulus. Mulai aja dulu, dari desa binaan.
#GeografiUnilaMengabdi #DesaBinaanKertosari #MahasiswaBerdampak




.jpg)