Unila Siapkan Asesor Handal: Dosen Geografi FKIP Ikut Racik Soal Uji Kompetensi Penanggulangan Bencana

Table of Contents
Mau lulus kuliah langsung punya “Senjata” tambahan buat cari kerja? Universitas Lampung lagi serius nyiapin itu lewat LSP P1 Unila.

Selama dua hari, Senin-Selasa 29-30 Juni 2026, LSP P1 Unila ngadain Pelatihan Penyusunan Materi Uji Kompetensi (MUK) di Ruang Sidang 2 Rektorat. Pesertanya? Para dosen asesor dari berbagai prodi, termasuk dua dosen kece dari Pendidikan Geografi FKIP yaitu bu Meri Herlina, M.Pd. dan bu Khoirun Najmi Septiana, M.Pd.

Ngapain aja 2 hari itu?

Nggak cuma teori. Hari pertama, para dosen langsung ngulik bikin soal MUK sesuai skemanya masing-masing. Hari kedua lebih seru, roleplay alias simulasi langsung proses Sertifikasi Kompetensi (Serkom). Jadi para asesor udah kebayang banget gimana nanti nguji mahasiswa di lapangan.

Pematerinya juga bukan kaleng-kaleng ada Bapak Lukito Dwi Yuoni, S.T., M.T. dari Universitas Muhammadiyah Metro yang ngebimbing biar materi ujinya valid dan sesuai standar BNSP.

Kenapa Skema Penanggulangan Bencana Penting?
Ini *highlight*-nya
Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unila jadi satu-satunya di FKIP yang punya Skema Sertifikasi Penanggulangan Bencana. Artinya, mahasiswa Geografi nanti bisa ikut Serkom dan dapet sertifikat kompetensi.

Terus gunanya apa?

Sertifikat ini bakal jadi pendamping ijazah. Buat mahasiswa, ini nilai plus banget. Lulus nggak cuma bawa gelar S.Pd., tapi juga ada bukti keahlian di bidang mitigasi dan penanggulangan bencana yang diakui negara. Daya saing di dunia kerja? Auto naik level.

Komitmen Unila Bikin Lulusan Siap Tempur

Pelatihan ini bukti Unila serius memperluas skema sertifikasi buat mahasiswa. Nggak cuma Geografi, prodi lain juga disiapin. Tujuannya satu, biar lulusan Unila punya kompetensi yang link and match sama kebutuhan industri dan tantangan zaman.

Dengan pelatihan ini, uji kompetensi buat mahasiswa Geografi di skema Penanggulangan Bencana udah di depan mata. Stay tuned, Geografi FKIP Unila siap cetak lulusan yang nggak cuma pinter teori, tapi juga tersertifikasi ahli bencana.