Kembangkan Web-GIS SIGAP Lampung, Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unila Raih Juara 1 GeoChamp XIV 2026
Table of Contents

Bandar Lampung, 12 Oktober 2026 - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP Universitas Lampung (Unila), meraih Juara 1 Lomba Esai Ilmiah Mahasiswa pada ajang Geography Championship (GeoChamp) XIV 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Prestasi tersebut diraih oleh Tim SIGAP Lampung yang beranggotakan Fitria Agustina sebagai ketua dan Ani Herawati sebagai anggota. Keduanya berhasil menjadi juara setelah bersaing dengan finalis dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Semarang, Universitas Dian Nuswantoro, dan Institut Teknologi Bandung. Babak final berlangsung pada 10 Oktober 2026, sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 11 Oktober 2026.
Tim mengusung esai berjudul “SIGAP Lampung: Web-GIS sebagai Solusi Inovatif untuk Visualisasi Bahaya Hidrometeorologi di Kota Bandar Lampung Berbasis Kerangka Pentahelix”. Karya ini menawarkan pemanfaatan teknologi geospasial untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi risiko bencana.
SIGAP Lampung (Sistem Informasi Geospasial Antisipasi dan Peringatan Lampung) merupakan platform Web-GIS yang dapat diakses secara gratis melalui sigaplampung.com. Platform ini menyajikan peta kerawanan banjir dan tanah longsor hingga tingkat kelurahan, informasi kondisi terkini, serta fitur analisis spasial mandiri. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur pelaporan darurat, edukasi kebencanaan, dan publikasi informasi.
Karya ini merupakan bagian dari penelitian payung Nyokro Mukti Wijaya, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unila. Peta kerawanan yang digunakan mengacu pada hasil penelitian Wijaya dkk. (2026). Inovasi utama SIGAP Lampung terletak pada upaya membuka akses terhadap hasil penelitian geospasial agar masyarakat dapat memahami dan menganalisis risiko bencana di lingkungan masing-masing.
Pengembangan platform turut mengadopsi pendekatan pentahelix yang melibatkan lima unsur, yaitu akademisi, pemerintah, komunitas, media, dan dunia usaha. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Keberhasilan tim tidak terlepas dari pendampingan Nyokro Mukti Wijaya, M.Pd. Selanjutnya, SIGAP Lampung direncanakan memasuki tahap validasi ahli, uji kegunaan, dan diseminasi kepada masyarakat.
Fitria Agustina berharap SIGAP Lampung dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami ingin informasi risiko bencana benar-benar sampai ke tangan warga,” ujarnya.
Prestasi ini menunjukkan kontribusi mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Unila dalam mengembangkan inovasi geospasial yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga berpotensi mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan pengurangan risiko bencana di Provinsi Lampung



.jpg)